Bauran Lokasi dan Saluran Distribusi
Konsep
Lokasi dalam Bauran Pemasaran
Place atau lokasi dalam produk industri manufactur diartikan sebagai saluran distribusi. Namun pada produk industri jasa, place diartikan sebagai tempat untuk pelayanan jasa. Saluarn pemasaran merupakan organisasi yang saling tergantung satu sama lain dan terlibat dalam suatu proses untuk menjadikan produk atau jasa disampaikan kepada konsumen untuk dikonsumsi. Selain itu, saluran distribusi juga dapat diartikan sebagaisuatu jenis keputusan yang memiliki hubungan dengan siapa yang berpartisipaasi pada penyampaian jasa, yaitu organissi dan orang-orang. Pada intinya, saluran distribusi yaitu bagaimana perusahaan dalam hal ini adalah produsen dari produk atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan, menyampaikan produk tersebut supaya dapat memenuhi semua kebutuhan dan permintaan para konsumen untuk dapat dikonsumsi serta digunakan.
Lokasi
pelayanan jasa yang dapat digunakan untuk memasok jasa kepada para pelanggan
yang dituju adalah kunvi dari sebuah keputusan. Keputusan tentang lokasi
pelayanan yang akan diterapkan harus melibatkan pertimbangan bagaimana
penyampaian jasa pada pelanggan serta dimanakah hal itu akan berlangsung.
Tempat juga merupakan hal yang sangat penting sebagai lokasi dimana serta
bagaimana jasa akan diserahkan sebagai bagian dari nilai serta manfaat dari
jasa. Pada jasa, tempat merupakan penggabungan anatara lokasi serta keputusan
saluran distribusi. Hal ini akan sangat berhubungan dengan bagaimana cara
menyampaikan jasa pada onsumen serta dimana lokasi yang strategis.
Kriteria
Daerah Kinerja yang Positif untuk Pemasaran
Pemilihan lokasi dalam pemasaran akan mempengaruhi jumlah volume penjualan produk yang dihasilkan oleh perusahaan, dengan mencari lokasi yang strategis untuk digunakan sebagai lokasi produksi maupun lokasi distribusinya. Dalam pemilihan lokasi perlu mengetahui daerah-daerah potensial untuk tempat produk yang dihasilkan perusahaan tersebut dipasarkan, berupa daerah-daerah strategis tempat perantara membantu menyalurkan barang hingga sampai ketangan konsumen. Terdapat beberapa strategi dalam memilih suatu daerah kinerja yang positif untuk pemasaran yaitu:
1. Tingkat jumlah kepadatan penduduk disekitar lokasi usaha
Hal ini dapat ditunjukkan apabila kepadatan penduduk disuatu lokasi, maka semakin besar pula potensi pasar yang diperoleh perusahaan contohnya yaitu perbandingan pendapatan dari usaha yang lokasinya berada didaerah pedesaan dengan usaha yang ada didaerah perkotaan, jumlah omset yang diperoleh akan jauh berbeda.
2. Besarnya jumlah pendapatan masyarakat disekitar lokasi usaha
Jumlah pendapatan yang diperoleh masyarakat akan mempengaruhi usaha yang akan dijalankan, karena dapat mempengaruhi daya beli terhadap produk yang dikeluarkan. Apabila perusahaan ingin menjalankan usahanya dengan produk yang harganya sedikit tinggi, maka lokasi yang dipilih yaitu didaerah masyarakatnya yang memiliki daya beli cukup tinggi. Sedangkan apabila perusahaan ingin menargetkan harga produk yang relatif murah, maka lokasi yang dipilih yaitu masyarakat yang lebih mementingkan harga dari pada kualitas produk yang dijual.
3. Banyaknya usaha yang mendukung berdirinya lokasi
Banyaknya jumlah usaha yang berada disekitar lokasi, maka konsumen yang berdatangan kelokasi tersebut semakin ramai karena lokasi tersebut menyediakan berbagai macam produk kebutuhan yang berbeda pula. Oleh karena itu konsumen akan lebih tertarik datang kelokasi yang menyediakan berbagai macam usaha, misalnya lokasi mall atau pasar yang selalu ramai pengunjung.
4. Memilih lokasi usaha yang tingkat kompetisi rendah
Perusahaan harus mempertimbangkan lokasi yang tepat, apalagi dengan perusahaan yang sejenis. Apabila perusahaan tersebut telah benar-benar mempertimbangkan bahwa lokasi tersebut strategis, maka harus siap bersaing dengan menciptakan inovasi baru yang dapat membedakan dengan perusahaan pesaing.
5. Perhatikan akses yang mendukung untuk menuju lokasi yaitu berupa transportasi umum yang mudah diakses.
Persyaratan
Legislasi Wilayah terkait K3 dalam Kegiatan Pemasaran
Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) adalah upaya perlindungan yang ditujukan agar tenaga kerja dan orang lainnya di tempat kerja/perusahaan selalu dalam keadaan selamat dan sehat, serta agar setiap sumber produksi dapat digunakan secara aman dan efisien. Setiap perusahaan wajib menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam kegiatan usahanya. K3 memberikan perlindungan bagi kesehatan dan keselamatan kerja tenaga kerja, yaitu dengan cara mencegah terjadinya kecelakaan dan sakit akibat kerja.
Syarat-syarat Penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di tempat kerja tertuang dalam Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja pasal 3 (tiga). Pada pasal tersebut disebutkan 18 (delapan belas) syarat penerapan keselamatan kerja di tempat kerja di antaranya sebagai berikut :
1. Mencegah & mengurangi kecelakaan kerja.
2. Mencegah, mengurangi & memadamkan kebakaran.
3. Mencegah & mengurangi bahaya peledakan.
4. Memberi jalur evakuasi keadaan darurat.
5. Memberi P3K Kecelakaan Kerja.
6. Memberi APD (Alat Pelindung Diri) pada tenaga kerja.
7. Mencegah & mengendalikan timbulnya penyebaran suhu, kelembaban, debu, kotoran, asap, uap, gas, radiasi, kebisingan & getaran.
8. Mencegah dan mengendalikan Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan keracunan.
9. Penerangan yang cukup dan sesuai.
10. Suhu dan kelembaban udara yang baik.
11. Menyediakan ventilasi yang cukup.
12. Memelihara kebersihan, kesehatan & ketertiban.
13. Keserasian tenaga kerja, peralatan, lingkungan, cara & proses kerja.
14. Mengamankan & memperlancar pengangkutan manusia, binatang, tanaman & barang.
15. Mengamankan & memelihara segala jenis bangunan.
16. Mengamankan & memperlancar bongkar muat, perlakuan & penyimpanan barang
17. Mencegah tekena aliran listrik berbahaya.
18. Menyesuaikan & menyempurnakan keselamatan pekerjaan yang resikonya bertambah tinggi
Kegunaan
Saluran Distribusi
Saluran
pemasaran memilki kegunaan untuk menyalurkan barang dari produsen kepada
konsumen, untuk itu perusahaan harus melakukan pertimbangan yang baik dalam
melaksanakan dan menentukan saluran distribusi. Saluran distribusi juga berguna
sebagai :
a. Information
Mengumpulkan seluruh
informasi penting mengenai konsumen serta para pesaing dalam perencanaan serta membantu
pertukaran.
b. Promotion
Merupakan
suatu pengembangan serta menyebarkan secara komunikasi persuasif mengenai
produk yang ditawarkan oleh perusahaan.
c. Negotiation
Kegiatan
yang berhubungan dengan kesepakatan harga serta syaraat-syarat lainnya,
sehingga memungkinkan terjadinya perpindahan hak kepemilikan.
d. Ordering
Proses
pemesanan dari pihak distributor kepada perusahaan.
e. Payment
Pembayaran
taguhan pada penjual melalui bank atau lembaga keuangan lain.
f. Title
Kepemilikian
barang berpindah dari suatu organisasi ke organisasi lain.
g. Physical Possesion
Barang
diangkut dan disimpan dari bahan mentah hingga barang jadi dan akhirnya sampai
ke konsumen akhir.
h. Financing
Meminta
serta memanfaatkan dana untuk pembiayaan dalam proses pekerjaan saluran
distribusi.
i. Risk Taking
Menanggung
resiko yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan saluran distribusi.
Tipe-Tipe
Saluran Distribusi
1. Produsen – Konsumen
Saluran
distribusi paling pendek sera sederhana karena tanpa menggunakan perantara.
2. Produsen – Pengecer – Konsumen
Produsen
menjual produknya kepada pengecer kemudian baru dijual ke konsumen. Pada saluran
ini menggunakan perantara yaitu pengecer.
3. Produsen – Pedagang Besar – Pengecer –
Konsumen
Saluaran
jenis ini banyak digunakan oleh produsen. Produsen menjual produk hanyakepada
pedagang besar saja kemudian dijual kembali ke pengecer dan selanjutnya dijual
ke konsumen. Perantara pada jenis ini adalah pedagang besar dan pengecer.
4. Produsen – Agen – Pengecer – Konsumen
Produsen
menyalurkan produknya kepada agen kemudian disalurkan ke pengecer besar. Selanjutnya
akan dijual ke tangan konsumen.
5. Produsen – Agen – Pedagang Besar –
Pengecer – Konsumen
Pada
saluran ini, produsen menyalurkan produknya pada agen kemudian dijual ke
pedagang bear. Setelah itu ke pengecer hingga yang terakhir pengecer menjualnya
ke konsumen.
Evaluasi dan Upaya Pengendalian
Saluran Distribusi
Dalam
pengendalian Saluran Distribusi dapat melakukan strategi-strategi sebagai
berikut :
1. Strategi Struktur Saluran Distribusi
Saluran
yang berkaitan dengan penentuan jumlah perntara yang digunakan dalam proses
distribusi.
2. Strategi Cakupan Distribusi
Saluran
yang berkaitan dengan jumlah perantara wilayah.
3. Strategi Distribusi Berganda
Strategi
yang menggunakan lebih dari satu saluran yang berbeda yang digunakan untuk
melayani segmen pelanggan.
4. Strategi Modifikasi Saluran
Strategi
yang mengubah susunan saluran distribusi yang telah ada berdasarkan evaluasi
dan peninjauan ulang.
5. Strategi Pengendalian Saluran
Distribusi
Strategi
yang menguasai seluruh anggota dalam saluran distribusi untuk bisa
mengendalikan mereka secara terpusat kearah pencapaian tujuan bersama.
6. Strategi Manajemen Konflik dalam
Saluran Distribusi
Strategi
yang mensyaratkan adanya kerjasama antara saluran.
Manajemen
Konflik dalam Saluran Pemasaran
Konflik Saluran
merupakan keadaan yang terjadi akibat adanya tindakan dari anggota saluran yang
mencegah saluran lain dalam mencapai tujuan. Berikut ini merupakan jenis dari
konflik dan persaingan :
1. Konflik saluran vertikal
Konflik
yang terjadi antara tingkat yang berbeda pada saluran yang sama.
2. Konflik saluran horizontal
Konflik
yang terjadi antara tingkat yang sama pada satu saluran.
3. Konflik Multisaluran
Saat
produsen menentukan dua atau lebih dari dua saluran yang menjual ke pasar yang
sama terjadi ketidakselarasan tujuan, adanya perbedaan persepsi, peran serta
hak yang tidak jelas dan ketergantungan perantara pada produsen.
Mengelola Konflik Saluran
Berikut
merupakan mekanisme untuk manajemen konflik :
a. Penerapan tujuan koordinat
b. Pertukaran karyawan
c. Ko-optasi
d. Diplomasi
e. Mediasi
f. Arbitasi
g. Upaya hukum
Komentar
Posting Komentar