LAPORAN PENJUALAN KWU


LAPORAN AKHIR KEWIRAUSAHAAN
“(KIRAS) KERIPIK PISANG RASA-RASA”










Disusun Oleh :


Regina Secar Lufta N.               180321100109
Adelia Retno Wulandari            180321100134
Viky Wahyu Virmansyah          180321100140





PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
BANGKALAN
2019


DAFTAR ISI







BAB I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

            Indonesia secara geografis merupakan negara agraris, tanah yang subur dengan hamparan tanaman yang hijau. Hal tersebut mendukung Indonesia untuk meningkatkan hasil perkebunan. Hasil perkebunan yang melimpah harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin agar mencapai keseimbangan perekonomian negara. Salah satu hasil perkebunan Indonesia yang melimpah adalah buah pisang. Pisang merupakan komoditas paling banyak yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Pisang merupakan tanaman holtikultura yang memiliki tingkat produksi yang cukup tinggi di Indonesia.
Untuk menjaga agar kualitas dan komoditas hasil perkebunan tetap tinggi maka perlu adanya pengolahan hasil pertanian yang lebih optimal dengan  berbagai ide kreatif dan inovatif. Melihat perkembangan zaman yang semakin maju, kebutuhan masyarakat akan makanan ringan pun semakin meningkat. Modernisasi membuat masayarakat menginginkan makanan ringan yang unik, kreatif dan inovatif. Hal tersebut membuat kami berpikir untuk membuat makanan ringan (camilan) yang berbeda dari biasanya dengan memadukan ide yang kreatif dan kekinian yang  memanfaatkan buah pisang sebagai bahan utamanya.
Keripik pisang adalah pilihan produk yang kami produksi untuk usaha kami. Keripik pisang merupakan produk camilan yang banyak digemari oleh masyarakat. Namun kami menambah nilai jual produk kami dengan menambahkan ide inovatif yaitu produk keripik pisang kami hadir dengan varian rasa. Varian rasa dalam produk keripik pisang kami pilih agar masyarakat tidak bosan dengan rasa keripik pisang yang biasa. Untuk itu kami mencari peluang tersebut dengan memilih membuat produk keripik pisang rasa-rasa.

1.2 Survei Pasar dan Keunggulan Produk

Setelah kami melakukan survei pasar tentang produk keripik pisang, kami banyak menemui di berbagai toko, swalayan, minimarket dan pasar dijual banyak keripik pisang dengan berbagai merek. Namun yang kami temui produk tersebut adalah keripik pisang biasa tanpa varian. Kompetitor produk keripik pisang rasa-rasa masih sedikit ditemui. Kami menemukan produk yang sama hanya di marketplace atau online saja. Untuk di daerah kami Bangkalan masih belum ditemui produk serupa. Hal tersebut memberikan peluang bagi kami karena tidak bayak pesaing untk produk kami. Produk keripik pisang kami memiliki berbagai keunggulan diantaranya memiliki berbagai varian rasa seperti coklat dan matcha, produk tahan lama, produk berbeda dari keripik pisang lainnya, rasanya renyah dan harganya relatif terjangkau untuk mahasiswa.

BAB II. GAMBARAN UMUM

2.1 Gambaran Umum Rencana Usaha

            Lingkungan usaha kami adalah di lingkungan kampus (Universitas Trunojoyo Madura). Untuk tenaga kerja kami hanya menggunakan tiga orang yang merupakan anggota kelompok kami. Kami tidak menambah tenaga kerja karena kami merasa sudah mampu menjalankan usaha kami dengan tiga orang tenaga kerja untuk saat ini. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk produk keripik pisang ini sebagian mudah didapatkan di daerah sekitar kampus namun sebagian lagi kami harus mendapatkannya di luar daerah. Untuk bahan utama pisang kepok kami membelinya di pasar trdisional Kamal, Bangkalan. Bahan penunjang seperti minya goreng, garam, margarin kami membelinya di toko sekitar kampus. Namun untuk bahan seperti bubuk tabur perasa kami harus membelinya di Surabaya karena di daerah kami belum tersedia.
            Peluang pasar produk kami lumayan besar karena sebagian besar masyarakat sangat menyukai makanan ringan untuk menemani kegiatan mereka. Target konsumen produk kami yaitu mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura dan warga sekitar kampus. Namun kami juga melayani konsumen dari luar daerah karena kami juga menjualnya melalui online. Potensi konsumen kami sekitar 14.000 mahasiswa aktif Universitas Trunojoyo Madura.
            Usaha kami adalah usaha kecil yang masih sangat baru. Analisis ekonomi usaha kami dalam skala kecil. Kami merencanakan untuk mengeluarkan modal awal sebesar Rp. 400.000,- dimana modal diperoleh dari iuran setiap owner dan tidak melakukan pinjaman ke pihak lain. HPP produk kami sebesar Rp 4.375,-. Setiap produk kami jual seharga Rp 6000,-.

2.2 Target Usaha

Target omzet untuk produk keripik pisang rasa-rasa ini, yang telah kami sepakati dengan dosen yaitu sebanyak 300 pcs selama satu bulan. Kelompok kami beranggotakan tiga orang. Jadi untuk setiap anak memiliki tanggung jawab untuk menjualkan produk sebanyak 100 pcs selama satu bulan atau 3-4 pcs per harinya. Target penjualan pada hari menjual langsung adalah sebanyak 200 pcs. Kami memilih target tersebut dengan berbagai alasan karena kami menjual produk makanan ringan dan kami tidak melakukan produksi setiap harinya. Kami memproduksi satu minggu sekali.

BAB III. METODE PENELITIAN

3.1 Susunan Organisasi

            Dalam kegiatan usaha KIRAS ini terdapat 3 orang owner. Dimana yang terlibat didalamnya dimana manajement keuangan dijabat oleh vicky yang mengatur segala bentuk financial yang dilakukan dari proses input output hingga sampai ke tangan konsumen, yang kedua ada produksi yang dijabat oleh Adelia dimana segala kegiatan produksi di handel dan diawasinya dari mulai pembelian input (pembelian bahan baku, alat produksi, pengemasan) dan proses produksi hingga sampai ke produk jadi. Dibidang pemasaran dijabat oleh Regina dimana berbagai metode pemasaran dilakukan dimulai dari pembuatan pamflet, foto produk jadi, promosi secara langsung ke konsumen, adanya endorse dan mempromosikannya ke sosial media (Whatsupp, Instagram, Youtube, Web Site dan Market place).

3.2 Cara Membuat Produk

1.      Pembeliat Alat Dan Bahan
Pembelian alat bahan yang diperlukan dilakukan secara langsung dimana membeli ke toko ataupun pasar yang terdapat di sekitar lokasi usaha dan ada juga yang dibeli secara melalui pemesanan online.
2.      Proses produksi
Proses produksi dimulai setelah alat bahan telah siap dengan proses awal pengupasan kulit pisang kemudian pisang yang telah dikupas dari kulitnya direndam dalah larutan air soda kue dan garam. Selanjutnya pemotongan pisang menggunakan alat potong khusus untuk keripik kemudian potongan puisang digforeng dalam minyak panas yang telah mendidih hoingga berwarna kecoklatan kemudian angkat dan tiriskan. Kemudian masukkan kripik pisang kedalam wadah untuk dicampur dengan perasa, aduk merata sampai seluruh bagian pisang  terselimuti bubuk perasa.
3.      Pengemasan
Kemasan yang sudah disiapkan ditempel dengan stiker produk agar produk mudah dikenali oleh konsumen. Masukkan kripik pisang sudah siap untuk dikemas, masukkan kripik pisang dalam kemasan dengan ukuran 60 gram yang ditimbang menggunakan timbangan digital. Produk siap untuk dipasarkan
           

3.3 Cara Penjualan Produk

            Penjualan produk yang dilakukan dengan cara penjualan langsung produk kepada konsumen secara dengan cara menawarkan dari mulut ketelinga calon konsumen dan konsumen memesan melalui whatsapp kemudian dilakukan transaksi dengan bertemu langsung atau COD. Sementara ini belom dilakukan penjualan secara online.

3.4 Cara Mencapai Target Omset Yang Telah Disepakati

            Metodeuntuk mencapai target omset yang telah disepakati dengan cara melakukan pengenalan produk secara langsung kepada calon konsumen dan secara  tidak langsung dengan penyebaran pamflet dan gambar produk melalui story whatsapp dan instagram dengan intensitas penggunggahan setiap hari, diadakannya promosi, endors dan diskon.

3.5 Cara Mencapai Target Omset Saat Hari Berjualan Langsung

            Metodeuntuk mencapai target omset saat berjualan langsung melakukan pengenalan produk secara langsung kepada calon konsumen dan secara  tidak langsung dengan penyebaran pamflet dan gambar produk melalui story whatsapp dan instagram namun intensitas yang dilakukan saat persediaan produk masih ada dimana tidak dilakukan setiap hari sesuai dengan kesepakatan.




BAB IV. HASIL YANG DICAPAI

4.1 Berapa Modal Yang Digunakan

            Modal awal yang digunakan untuk kegiatan produksi Kiras yaitu sebesar Rp. 400.000,- dimana modal diperoleh dari iuran setiap owner dan tidak melakukan pinjaman ke pihak lain.

4.2 Biaya – Biaya Rill Yang Digunakan Unuk Menjalankan Usaha

Bahan :
Pisang (23)                  : 20.000 x 23               =460.000
Bumbu                        : 40.000 + 35.000        = 75.000
Gas                              : (iuran)                        =  10.000
Kemasan                     : (200 pcs)                   = 70.000
Stiker                           : 12x 2.000                  = 24.000
Minyak Goreng           : 7 x 21.000                 = 147.000
Bahan lain                   : (soda kue, garam)      = 21.000
Alat                             : Pemotong                  = 20.000
Total                                                                = 827.000

4.3Berapa Banyak Yang Berhasil Dijual

Selama waktu penjualan yang telah diberikan kami mampu menjual sebanya 189 pcs dimana penjualan dilakukan di area kampus dan teman diluar kota serta menjual ke teman dan tetangga rumah.

4.4 Hitung Pendapatan Yang Diperoleh

            Selama penjualan kami telah mampu melakukan penjualan sebanyak 189 pcs dimana 1 pcs seharga 6.000 sehingga pendapatan yang kami peroleh sebesar 189 x 6.000 = 1.134.000

4.5Capaian Target Omset

            Selama kegiatan penjualan produk kami telah mampu menjual sebanyak 189 psc atau sebanyak 63%. Target omset yang belum mampu kami penuhi sebanyak 37%.

4.6 Kendala Pencapaian Target Omset

            Selama kegiatan penjualan kendala yang didapati yaitu harga pisang yang mahal serta ketersediaan bahan baku pisang mentah yang cukup sulit diperoleh serta ketidak mampuan dari kami untuk konsistensi produksi.

4.7 Upaya Yang Dilakukan Untuk Menyelesaikan Kendala

Upaya yang kami lakukan untuk mengatasi kendala yang ada dengan menawar harga yang diberikan oleh penjual, serta mencari ketersediaan bahan baku pisang di beberapa pasar yang ada di daerah kamal.

4.8 Strategi Pencapaian Target Omset Yang Telah Diupayakan

            Kelompok kami menggunakan strategi secara pemaasaran lewat offline maupun online. Cara offline kami memasarkan produk kami secara langsung di kampus dan pada saat ada event atau acara acara yg besar. Sedangkan cara online kami memasarkan produk kami lewat media soisal

4.9 Strategi Pencapaian Target Omset Pada Saat Berjualan Langsung Kendala Dan Capaiannya

            Kendala yang kami alami pada saat secara langsung, konsumen Cuma menawar harga dari produk kami dan tidak membelinya .tetapi ada juga konsumen yang membeli tanpa menwar harga dari produk kami.



BAB V. PENUTUP

            Saat menjalani mata kuliah Kewirausahaan sangat berkesan karena mata kuliah Kewirausahaan menuntut mahasiswa untuk berpikir kreatif dan melakukan praktek produksi dan pemasaran secara langsung. Mata kuliah Kewirausahaan memberikan banyak pengalaman secara langsung dalam menghadapi dunia ekonomi saat ini.
            Upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki strategi mata kuliah Kewirausahaan yaitu lebih menekankan bagaimana jiwa-jiwa entrepreunership terbentuk. Memberikan tips-tips dan trik pemasaran yang efektif agar saat mahasiswa terjun melakukan praktik pemasaran lebih maksimal.





LAMPIRAN










LAMPIRAN

Link Youtube


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengaruh Pemberian Pupuk terhadap Pertumbuhan Bawang Merah

FFSalad (Fresh Fruit Salad)