PRODUKSI DAN PROYEKSI KEUANGAN
Nahh dalam postingan kali ini
saya akan mengulas mengenai “Produksi dan Proyeksi Keuangan”, yukkk simak ya
kawan....
Produksi merupakan salah satu
proses atau tahapan yang penting dalam sebuah usaha yang harus direncanakan dan
dipikirkan dengan matang karena berkaitan dengan biaya yang dikeluarkan dan
kualitas barang atau jasa yang dihasilkan. Sebelum melakukan produksi, pastikan
biaya produksi harus dihitung dengan benar agar pengusaha tidak mengalami
kerugian.
Sumber Daya Utama, Modal Awal dan
Alur Produksi
1. Peralatan
yang digunakan
Dalam membuat
suatu produk pasti dibutuhkan alat-alat untuk mendukung proses produksi. Untuk membantu
proses produksi perlu dicatat semua peralatan yang digunakan. Pastikan alat
yang digunakan telah tersedia dalam kondisi bersih, layak pakai, tidak rusak dan
tidak menyebabkan kecelakaan.
2. Memahami
dengan pasti alur produksi
Untuk memastikan
barang atau jasa yang diproduksi memiliki kualitas yang baik, pengusaha harus
memahami setiap tahap dalam proses produksi yang dilakukan. Pengusaha harus
mengetahui langkah-langkah dalam membuat produk mulai dari menyiapkan bahan
baku hingga barang siap untuk dijual.
Biaya Produksi
Biaya produksi merupakan biaya
yang dikeluarkan untuk membuat produk yang akan dijual. Biaya produksi
merupakan biaya tidak tetap karena besar kecilnya tergantung banyak sedikitnya
jumlah produk yang dibuat. Dalam menghitung biaya produksi, ada 3 hal yang
harus diperhitungkan yaitu :
1. Biaya
Bahan Baku Langsung (BBBL)
Bahan baku utama
yang digunakan dalam produksi yang tidak bisa digantikan dengan bahan lain.
2. Biaya
Tenaga Kerja Langsung (BTKL)
Biaya untuk
membayar orang yang melakukan proses pembuatan produk.
3. Biaya
Pendukung
Semua biaya yang mendukung dalam proses produksi namun diluar biaya bahan baku
langsung dan biaya tenaga kerja langsung.
Perkiraan Perhitungan Biaya
Operasional
Selain biaya produksi, dalam
melakukan suatu usaha ada biaya lain yang dikeluarkan oleh seorang pengusaha,
yaitu biaya operasional. Jika biaya produksi termasuk biaya tidak tetap, maka
biaya operasional termasuk biaya tetap. Dikatakan biaya tetap karena biaya yang
dikeluarkan jumlahnya relatif tetap setiap bulannya. Yang dimaksud biaya
operasional (biaya tetap) adalah biaya yang dikeluarkan setiap bulan untuk
mendukung berjalannya suatu usaha, seperti biaya listrik, biaya air, biaya
pegawai, biaya promosi dan lain-lain.
Perhitungan untuk Menutup Biaya
Operasional
Biaya operasional sangat
dimungkinkan untuk keluar setiap bulan untuk mendukung jalannya suatu usaha. Agar
pengusaha tidak rugi, maka ada jumlah minimal yang harus terjual setiap
bulannya agar bisa menutup biaya operasional, istilahnya Break Event Point
(BEP). Break Event Point (BEP) adalah kondisi pengusaha tidak mengalami
kerugian tapi juga belum mendapatkan keuntungan.
Perhitungan Balik Modal
Hampir mirip dengan perhitungan
untuk menutup biaya operasional, perhitungan balik modal ini juga penting untuk
dihitung agar bisa diketahui kapan modal seorang pengusaha itu kembali. Dengan mengetahui
kapan modal kembali, seorang pengusaha bisa merencanakan pengembangan usahanya
lebih lanjut.
Sekian ulasan kali ini, semoga
tetap mejadi bacaan yang bermanfaat bagi teman-teman semua.... tunggu postingan
selanjutnya yaaa.....
Komentar
Posting Komentar